Sabtu, 03 Desember 2011

Propaganda Jepang terhadap Indonesia

Perang pasifik diawali oleh penyerangan Jepang terhadap pangkalan militer Angkatan laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai. Akibat dari tindakan Jepang ini, Amerika Serikat dan termasuk Negara Belanda menyatakan perang terhadap Jepang. Namun, karena ketidaksiapan Belanda menghadapi Jepang, Jepang berhasil merebut Indonesia dengan cara menyerbu dan menduduki instalasi – instalasi penting seperti di Tarakan, Balikpapan, Manado, Maluku, Palembang, dan Banjarmasin. Oleh karena itu, pada tanggal 8 MAret 1942, Belanda menyerah tanpa syarat terhadap Jepang.
Menyerahnya Belanda kepada Jepang atas Indonesia ditandai oleh perundingan di Kalijati, Subang, Jawa Barat. Pihak Pemerintah Belanda diwakili oleh panglima tentara Belanda Letjen. Ter Poorten dan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Tjarda Van Starkenborgh Stachouwer, sedangkan pihak pemerintah Jepang diwakili oleh Jenderal Hitoshi Imamura.
Pada saat kedatangannya ke Indonesia, Jepang melakukan beberapa propaganda. Propaganda merupakan usaha penyebarluasan mengenai sesuatu hal, dengan tujuan menarik simpatik atau dukungan. Berikut ini propaganda yang dilakukan Jepang dengan tujuan untuk menarik perhatian bangsa Indonesia terhadap upaya Jepang dalam Perang Pasifik :
1.       Jepang merupakan saudara tua bangsa Indonesia
2.       Indonesia – Jepang memiliki kedudukan yang sama atau sederajat
3.       Jepang akan memimpin Asia untuk membangun Asia Timur Raya
4.       Bangsa Indonesia harus berbahasa Indonesia dan melarang penggunaan bahasa Belanda
5.       Dapat mengibarkan bendera Merah Putih berdampingan dengan bendera Jepang Hinomaru dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia (Indonesia Raya) beriringan dengan lagu Kebangsaan Jepang (Kimigayo)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar